Laman

Selasa, 09 Agustus 2011

Spesialis Las Rollbar : Ahli Karena Makan Roti

Modifikasi
Untuk keselamatan pengendara, tentu perlu perlindungan yang menjamin orang di dalam kabin benar-benar selamat ketika kecelakaan fatal. Pada bagian tersebut terdiri dari besi tubular yang digabungkan dengan pengelasan di beberapa titik. Pengelasan, merupakan bagian cukup penting ketika merangkai roll-bar.

Stiker ini merupakan tanda homologasi

Reinforce dan penambahan pelat cukup penting


Apalagi ketika tunggangan dipakai dalam ajang internasional, tentu perlu mendapatkan standar tersendiri seperti FIA approved. Tetapi, ada putra bangsa yang membuat tim dari FIA cukup tercengang dengan hasil karyanya. "Ketika itu orang dari FIA kaget, kok bisa seperti ini hasil lasannya?" ujar Wie-wie Rianto, dari Firna ProTechnik, di kawasan Kepa Duri, Jakbar.

Siapakah orang itu? Dia adalah Wardani, ahli las dari bengkel yang dipunggawai Wie-wie yang sudah bekerja selama 22 tahun di sana. Ketika dilihat, memang tak berbeda roll-bar bikinan orang ‘bule' dengan karya Wardani. "Ini karena makan roti," canda lelaki 40 tahun itu.

Pengelasaannya terlihat halus dan rata


Maksudnya, ia memang sudah cukup ahli mengerjakan bodi dan mengelas, tetapi semakin ahli ketika belajar merangkai roll-bar bersama orang dari RalliArt Swedia. Karena kerja bareng, enggak heran kalau sarapan pun mendapat menu sama, sarapan roti. "Padahal dengan tempe pun sudah oke dia," kelakar Wie-wie.

Sebenarnya apa sih kiatnya saat merangkai roll-bar yang memang strukturnya sesuai dengan standar FIA? "Terpenting, soal pengerjaannya telaten dengan ukuran gas dan oksigen yang pas," ujar WarArt, pelesetan dari RalliArt, karena pernah bareng kerja dengan orang dari RalliArt.

Lantas, tidak terburu-buru. "Jadi pengelasannya pun hasilnya halus, malah bikinan bule itu aja terlihat lebih besar-besar dan kasar," bangganya. Dari segi estetika dan kekuatan ini penting, karena kualitas las-lasan yang ada sudah terlihat baik, apalagi tidak boleh digerinda, walau sekadar menghaluskan permukaan lasannya.

Lelaki yang disapa War itu, pertama kali mengerjakan pipa tubular ketika Wie-wie membuat mobil drag race Ford Capri-nya beberapa tahun lalu. Mobil yang memegang rekor tercepat 402 m dalam 9,3 detik yang selama beberapa tahun tak terpecahkan itu. Dari sana, ia pun ikut ‘membuat' mobil rally bersama Wie-wie, untuk mengerjakan roll-bar dan roll cage-nya.

Nah, ternyata anak bangsa pun sanggup mengerjakan hal-hal bertaraf internasional bukan? Seperti lelaki asal Pemalang, Jateng ini. Ayo, siapa lagi yang berani unjuk gigi! (otosport.co.id)


BenFirma Protechnik

Jl.Tanjung Duren Barat 4 No.1
Jakarta, Telp.(021)5689991