Laman

Minggu, 03 Juli 2011

Deteksi Fuel Pump Ngadat Gejala Masih Sama

Deteksi Fuel Pump Ngadat Gejala Masih Sama


JAKARTA - Beberapa kejadian mobil mogok mendadak yang beberapa bulan terakhir ini dilaporkan mulai ramai lagi, masih disinyalir karena fuel pump (FP) yang jebol. Terlepas dari masalah kualitas bahan bakar ada baiknya kita mencermati lebih lanjut bagaimana mendeteksi gejala kerusakan FP ini. Apakah masih sama dengan tahun silam kala kerusakan FP ramai terjadi?

Mati Mendadak
Divisi technical support, departement service Auto2000 Head Office di Sunter, Jakut menyebutkan beberapa gejala akibat kelainan yang disebabkan FP. Antara lain, mobil bisa tersendat-sendat untuk gejala awal. Selain itu, tenaga kurang meskipun sudah digas dan cenderung mati. Kemudian mesin bisa mogok, saat distarter tidak mau hidup meskipun terkadang mau menyambar hidup.

Uniknya, gejala FP ngadat ini tidak bisa diperhitungkan dari usia pemakaian. "Secara literatur atau spesifikasi pabrik tidak disebutkan usia pompa. Usia pakai pompa bahan bakar sangat dipengaruhi oleh perawatan filter bahan bakar dan kualitas bahan bakar," demikian jawaban Handi K Halim, Aftersales Division Head Auto2000 melalui e-mailnya.

Jika memang khawatir akan kondisi FP, sebenarnya bisa dicek melalui prosedur resmi. Menurut Handi, kerja pompa bahan bakar itu sangat berkaitan dengan tekanan yang dihasilkannya. Maka FP dinyatakan rusak apabila tekanannya rendah atau tidak berputar sama sekali.

Cara mendeteksinya bisa dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut fuel pressure gauge dengan mengikuti aturan pemeriksaan standar bengkel resmi. Maksudnya, untuk setiap kendaraan, ada spesifikasi masing-masing.

Soalnya, beberapa kejadian pada mobil mogok akibat FP belakangan ini tergolong yang sulit dideteksi. "Biasanya keluhan mati mendadak. Mirip sama tahun lalu," ujar Harry Suriaadikara, service manager Honda Kebon Jeruk di Jln.Panjang Jakbar.

Beberapa kejadian yang ditangani Harry cukup menyebar karena pemilik mobil berasal dari semua penjuru ibukota. Hanya memang angkanya belum sebanyak tahun lalu. Mobil bisa diderek ke bengkel atau diobati di lokasi. "Biasanya kita datang sudah siap bawa FP. Karena penggantiannya bisa dilakukan di tempat kejadian," lanjutnya.

Hal ini diamini Yono, salah satu mekanik Honda Kebon Jeruk. "Kalau sudah diganti dan bisa hidup, kita sarankan untuk ke bengkel besoknya untuk diperiksa. Biasanya tangki kita kuras," bebernya dengan logat Jawa.

Menurut Yono, beberapa FP rusak karena terbakar. "Setelah dikuras, ada endapan," katanya. Diduga, endapan itu menyumbat saringan. Karena bensin tidak naik, pompa tetap berputar jadi terbakar.

Jangan biasakan tangki bensin kosong
Sialnya, FP tidak bisa direparasi dan harus ganti satu assy. Lantas bagaimana mencegahnya ngadat. "Gunakan bahan bakar dari SPBU terpercaya, tinggalkan kebiasaan membiarkan tangki terisi sedikit dan lakukan perawatan dan penggantian saringan bahan bakar secara rutin," saran Handi seraya menyebut saringan bensin biasa diganti sesuai petunjuk buku servis kalau mobil selalu dapat servis berkala.

Baik menurut Handi maupun Harry, mobil yang masih dalam masa garansi memang bisa klaim FP. Tetapi ada baiknya mencegah, kan? "Kami selalu menyarankan pakai bahan bakar oktan 92 sesuai rekomendasi buku panduan pemilik," imbuh Harry.

Nah, kalau memang bahan bakar jadi isu utamanya, lebih baik tinggalkan bensin bersubsidi saja. Gimana menurut Anda?